Aku mulai masuk sekolah dasar pada saat umurku 6 tahun. Aku bersekolah di SDN Watestani 1 yang tak jauh dari rumahku. Sebelumnya aku sudah menempuh pendidikan TK selama setahun, akan tetapi meskipun setahun aku bisa lulus dan mendapatkan ijazah. Kemudian setelah lulus SD, aku melanjutkan pendidikan di SMPN 1 Nguling lalu di SMAN 1 Grati.
Sebenarnya menurutku tidak ada pengalaman yang menarik sebelumnya sampai saat dimana aku akan melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi. Pengalaman itu bermula saat aku berada di tingkat akhir SMA, aku pernah ditolak oleh beberapa Universitas Negeri di Indonesia.
Saat SMA aku ingin sekali untuk melanjutkan pendidikan yang lebih tinggi ke Universitas Negeri, yang juga merupakan keinginan dari orang tuaku. Aku sudah mencoba mendaftar melalui beberapa jalur pendaftaran dimulai dari SNMPTN, SBMPTN - UTBK, sampai dengan jalur mandiri yang mana kita bisa mengeluarkan uang lebih untuk pendaftarannya.
Akan tetapi dari semua jalur pendaftaran yang sudah aku coba untuk mendaftar di perguruan tinggi negeri semuanya aku ditolak, sedih sudah pasti hilang harapan sudah jelas. Akan tetapi meskipun kita sudah berencana dengan sabaik - baiknya jika tuhan tidak menakdirkan maka tidak akan terjadi.
Setelah beberapa hari kemudian ada tetangga yang menawariku untuk kuliah di Universitas Swasta yang juga satu kabupaten tetapi aku harus menempuh setidaknya 1 jam lebih dari rumah untuk sampai ke perguruan tinggi tersebut.
Setelah mencoba untuk mendaftar lagi dan akhirnya aku dinyatakan diterima di Universitas Swasta tersebut. Sekarang aku sudah menjadi mahasiswi semester 4 jurusan Teknik Informatika di Universitas Yudharta Pasuruan. Untuk saat ini harapanku yaitu diberikan kemudahan dan kelancaran kuliah agar bisa segera lulus dan wisuda tepat waktu dengan nilai yang baik.
Dibalik pengalaman aku yang ditolak oleh beberapa perguruan tinggi negeri tersebut ada banyak hikmah yang aku dan orang tuaku dapat yang sangat bermanfaat untuk ke depannya. Jadi sedih dan hilang harapan boleh tetapi jangan sampai menyerah karena setelah hujan akan ada pelangi, begitu juga kehidupan setelah kesedihan akan ada kebahagiaan.