Minggu, 19 Juni 2022

Tugas Paragraf

guntinglah dua alenia dari wacana surat kabar atau majalah; kemudian beri komentar tentang
a. letak pikiran utama
b. unsur kesatuan
c. unsur kepaduan
d. jenis dan sifat alineanya
e. jenis penghubunh antar kalimat
f. metode pengembangan gagasan utama
Jawaban : 
a. letak pikiran utama : pembersihan seluruh spanduk & poster Pilgub

b. unsur kesatuan : kalimat tersebut dikembangkan dengan 2 kalimat penjelas, yaitu 1) Pembersihan APK sudah sejak pagi tadi kami lakukan mulai jam 10.00 wib, 2) Dibersihkannya seluruh APK tersebut, dikarenakan sudah memasuki masa tenang Pilkada. Oleh karena itu aspek kesatuan paragraf tersebut terpenuhi.

c. unsur kepaduan : 1.) Konjungsi : …dikatakan Fatkhur dikarenakan sudah memasuki masa tenang Pilkada…(3), Karena sudah memasuki masa akhir kampanye(4). 2.) Kata ganti/Pronomina : Pembersihan APK sudah sejak pagi tadi kami lakukan . 3.) Pengulangan kata : kata yang diulang yaitu kata asal "bersih" yang mendapat imbuhan berbeda pada setiap pengulangannya yakni, …Pemkab Lamongan membersihkan seluruh spanduk…(1), Pembersihan APK sudah sejak pagi tadi…(2), Dibersihkannya seluruh APK tersebut…(3).

d. jenis dan sifat alineanya : jenis alineanya adalah linea Deduktif yang bersifat eksposisitoris

e. jenis penghubunh antar kalimat : konjungsi kausalitas yang menyatakan sebab - akibat, Dibersihkannya seluruh APK tersebut , dikatakan Fatkhur dikarenakan sudah memasuki masa tenang Pilkada…(3).

f. metode pengembangan gagasan utama : metode ilustrasi karena pengembangan paragraf tersebut ditulis oleh wartawan berita.

Kalimat Tidak Efektif

Kalimat tidak efektif : Saya ini adalah mahasiswa Universitas Yudharta Pasuruan,
Alasan : Kalimat di atas tidak efektif karena penggunaan kata "ini" yang merupakan kata penunjuk terhadap sesuatu, jadi tidak perlu ditulis karena sebelumnya sudah ada kata "saya" yang juga kata petunjuk orang. Selain itu tanda baca koma tidak berada di akhir kalimat tetapi di tengah.
Kalimat efektif : Saya adalah mahasiswa Universitas Yudharta Pasuruan.

Kalimat tidak efektif : kebetulan saya berasal dari Nguling yaitu daerah kabupaten Pasuruan wilayah timur. 
Alasan : kalimat diatas tidak efektif karena penggunaan kata "kebetulan" yang berarti ketidak sengajaan sedangkan kalimat tersebut merupakan sebuah kalimat yang menyatakan alamat yang sudah pasti bukan sebuah ketidak sengajaan dan kata "yaitu" dapat digantikan dengan tanda baca koma saja untuk menghemat kata.
Kalimat efektif : Saya berasal dari Nguling, daerah kabupaten Pasuruan wilayah timur. 

Kalimat tidak efektif : Jadi untuk pergi kuliah saya harus menggunakan transportasi umum atau bisa dengan kendaraan pribadi. 
Alasan : kata "jadi" & "bisa dengan" pada kalimat diatas tidak perlu dipakai karena untuk penghematan kata dan tanpa kata tersebut pun artinya sudah jelas.
Kalimat efektif : Untuk pergi kuliah, saya menggunakan transportasi umum atau kendaraan pribadi.

Karya Ilmiah Semi Formal (Resensi Film)

Resensi Film Taare Zameen Par (Semua Anak itu Sepesial)

A. INDENTITAS FILM
Judul Film                   : Taare Zameen Par (Seperti Bintang – Bintang di Langit)
Sutradara                     : Aamir Khan
Penulis Naskah            : Amole Gupte
Produser                      : Aamir Khan
Pemeran                      : Aamir Khan, Darsheel Safary, Tisca Chopra, Vipin Sharma, Sachet Engineer, Tanay Chheda
Tanggal Rilis               : 21 Desember 2007
Durasi                          : 140 menit
Negara                         : India
Bahasa                         : Hindi & Inggris
Produksi                      : Aamir Khan Productions

B. SINOPSIS
     Ishaan (Darsheel Safary) merupakan siswa kelas 3 yang 'payah' dalam urusan apapun di sekolahnya. Itu karena dia tidak bisa membaca dan menulis. Dia selalu melihat dunia dengan imajinasinya. Setiap pelajaran mendapat nilai jelek, yang membuat guru-gurunya geram. Terlebih lagi dia sering membolos sekolah. Ishaan dicap sebagai anak pemalas, nakal, dan idiot. Puncaknya, orang tua Ishaan memindahkannya ke sekolah berasrama. Namun di sekolah yang disiplin dan tegas tersebut, dia tetap mendapat nilai yang buruk dalam semua mata pelajaran yang membuatnya depresi. Dia juga merasa sedih karena harus tinggal jauh dari keluarganya. Sampai akhirnya ada seorang guru baru bernama Ram Shankar Nikumbh (Aamir Khan). Guru Ishan yang bernama Ram Shankar Nikumbh melatih Ishan sedikit demi sedikit dengan cara melatih Membaca, menulis, melukis dan belajar menghitung dengan cara naik turun tangga. hingga akhirnya Ishan bisa seperti layaknya anak - anak lain.

C. RESENSI
     Dalam film ini diceritakan bahwa Ishaan, seorang anak yang berbeda dari kebanyakan teman-temannya. Ishaan berumur 8/9 tahun namun masih belum bisa mengenal atau mengidentifikasi angka maupun huruf  secara benar, yang berarti juga ia belum bisa membaca. Dibanding teman-teman maupun kakaknya yang pandai, Ishaan termasuk terlambat dalam belajar maupun memahami sesuatu. Ishaan sering bertengkar dengan teman-temannya karena sering mengejek Ishaan. Orang tua Ishaan yang tidak menyadari Ishaan berbeda terus saja menuntut Ishaan agar terus belajar dan tidak tertinggal. 
     Padahal faktanya Ishaan bukan tidak mau belajar melainkan ia memang benar-benar tidak bisa karena keterbatasannya. Orang tuanya yang menganggap Ishaan malas,nakal,dan bodoh kemudian memindahkan Ishaan ke sekolah yang berasrama. Bukannya lebih baik, disana Ishaan justru merasa tertekan dan menjadi penyendiri. Ishaan yang sebelumnya ceria dan sangat senang melukis, menjadi Ishaan yang penyendiri dan pemurung. Hingga suatu hari, datang seorang guru seni yang bisa mengerti keadaan Ishaan,bernama Ram Shankar Nikumbh. Pak Ram penasaran kenapa Ishaan sangat diam dan terlihat tidak tertarik dengan belajar seperti teman-temannya. Dari sana pak Ram mulai mencari tahu latar belakang dan apa yang sebenarnya terjadi dengan siswa nya ini.
     Setelah melihat buku-buku catatan Ishaan, pak ram menyimpulkan bahwa Ishaan memang berbeda, Ishaan menderita disleksia, yaitu sebuah gangguan dalam perkembangan baca-tulis yang umumnya terjadi pada anak menginjak usia 7 hingga 8 tahun,ditandai dengan kesulitan belajar membaca dengan lancar dan kesulitan dalam memahami meskipun normal atau di atas rata-rata. Pak Ram menemui orang tua Ishaan dan mencoba memberi pengertian bahwa Ishaan memang berbeda dengan kebanyakan anak seusianya.
     Orang tua Ishaan yang tidak mengerti masih kekeh mencap bahwa itu semua karena Ishaan malas,nakal dan tidak mau belajar. Setelah diberitahu dan dijelaskan oleh pak Ram,mereka mulai memahami bahwa anak mereka memang berbeda,namun dibalik keterbatasannya itu, ada bakat dan kelebihan Ishaan yang tidak dimiliki oleh orang lain, dengan imajinasinya yang tinggi, ishan mampu membuat karya lukis menakjubkan  yang bahkan orang dewasa pun sulit melakukannya. Dari sana pak ram memulai misinya, yaitu mengembalikan Ishaan yang ceria dan mengembalikan kepercaya diriannya.
     Pak ram memberi motivasi dan pemahaman bahwa Ishaan tidak sendiri dengan keterbatasannya.
Banyak orang-orang terkenal, sukses dan berjasa, yang berawal dan mempunyai keterbatasan seperti Ishaan juga. Tapi karena mereka terus berusaha untuk berubah, mereka pun bisa menjadi orang-orang yang luar biasa. Dengan ijin kepala sekolah, Pak ram mengajari Ishaan mengenal huruf, angka dan membaca dengan lebih khusus dan intensif. Ishaan tidak lagi memiliki coretan merah atau nilai - nilai jelek di raportnya yang membuat orang tua juga guru-gurunya bangga. Pak ram juga mengadakan lomba melukis yang di ikuti seluruh siswa hingga guru, dan hasilnya semua orang tercengang dengan bakat dan kemampuan melukis  Ishaan yang luar biasa.

D. KELEBIHAN FILM
     Film ini sangat baik untuk ditonton bagi para pendidik maupun orang tua. Di dalam film ini kita bisa melihat bahwa setiap anak itu terlahir dengan bakat, kemampuan, mimpi, dan keberuntungan masing-masing. Ketika seorang anak tidak mampu melakukan sesuatu, kita sebagai orang tua maupun pendidik juga harus peka, kenapa dan apa alasannya anak tersebut tidak mampu, dalam artian, anak tersebut tidak mampu karena malas atau memang keterbatasan kemampuannya.
Film ini juga berpesan kepada kita selaku pendidik maupun orang tua dalam mendidik anak, tidak seharusnya terlalu keras atau kasar, karena anak yang masih dalam perkembangan itu membutuhkan motivasi dan didikan yang memang menyenangkan bagi mereka. Karena jika mereka mendapat didikan terlalu kasar atau keras itu akan sangat berpengaruh terhadap mental dan jiwa anak karena anak akan takut dan tertekan untuk belajar. 
     Kita harus tahu dan mengerti, bagaimana caranya agar anak merasa nyaman dalam mengembangkan potensi yang ada pada dirinya, dan juga sejauh mana atau sampai dimana kemampuan anak ini dalam memahami atau menerima sesuatu. Adakalanya anak tidak mampu bukan karena dia malas atau tidak mau berusaha, tapi bisa jadi dia memang terlahir seperti itu, atau hanya sampai disanalah kemampuannya, dan kita sebagai pendidik maupun orang tua harus mengerti hal itu.

E. KEKURANGAN FILM
     Kekurangannya mungkin dari awal film, hingga pertemuan Ishaan dengan pak ram ini, kondisi Ishaan sangat sulit ditebak atau tidak tergambarkan dengan jelas. Kemudian metode yang dipakai pak ram dalam mengubah atau mengajari Ishaan juga kurang begitu tergambarkan, mungkin karena durasi adegan itu juga terlalu singkat,padahal itu hal yang cukup penting.

F. KESIMPULAN
     Film ini mengajarkan kita bahwa setiap anak yang terlahir itu spesial, meskipun dengan keterbatasan atau kekurangan sekalipun, mereka membawa kemampuan dan bakat masing-masing.

Karya Ilmiah Formal (Makalah)

                                 Makalah 
         Bioteknologi - Gabin Tape Singkong
                          Disusun oleh :

                  TIARA MEYLINDA SARI
                       (202069040034)

  PROGRAM STUDI TEKNIK INFORMATIKA
                      FAKULTAS TEKNIK
     UNIVERSITAS YUDHARTA PASURUAN
                             PASURUAN
                                   2022



                             DAFTAR ISI

DAFTAR ISI..................................................i
KATA PENGANTAR.....................................ii
BAB I...........................................................1
PENDAHULUAN..........................................1
1.1 Latar Belakang.....................................1
1.2 Rumusan Masalah...............................1
1.3 Tujuan Praktikum.................................1
BAB II..........................................................2
LANDASAN TEORI......................................2
2.1 Pengertian Bioteknologi......................2
2.2 Pengertian Fermentasi........................2
2.3 Pengertian Tape Singkong...................3
2.4 Pengertian Kue Gabin..........................3
BAB III.........................................................4
METODE PENELITIAN................................4
3.1 Waktu dan Tempat Penelitian..............4
3.2 Alat dan Bahan untuk Pembuatan Tape............................................................4
3.3 Alat dan Bahan untuk Pembuatan Gabin Tape..................................................4
3.4 Langkah Kerja pembuatan Tape Singkong.....................................................5
3.5 Langkah Kerja pembuatan Gabin Tape Singkong.....................................................5
BAB IV.........................................................6
PEMBAHASAN...........................................6
BAB V..........................................................7
KESIMPULAN DAN SARAN........................7
5.1 Kesimpulan...........................................7
5.2 Saran....................................................7
PENUTUP....................................................8
DAFTAR PUSTAKA.....................................9



                         KATA PENGANTAR

     Alhamdulillah hirobbil alamin ,atas rahmat Allah SWT pertama-tama kita ucapkan puji sukur kepada Allah SWT yang telah memperkenankan saya menyusun makalah ini. Shalawat serta salam kita curahkan kepada junjungan kami Baginda tercinta Rosululah SAW..
     Kehidupan manusia semakin berkembang dan sejahtera karena adanya bioteknologi, yang semakin berkembang. Melalui makalah ini kami ingin menjelaskan secara sederhana tentang proses pembuatan olahan dari hasil bioteknologi yaitu gabin tape khususnya bagi generasi muda. Makalah ini membantu untuk lebih jauh mengetahui tentang bagaimana proses pembuatan gabin tape singkong dan manfaat yang ada di balik tape singkong sebagai proses fermentasi makanan.
     Seperti pepatah mengatakan bahwa, “Tak ada gading yang tak retak” demikian pula dengan makalah ini tentu masih mempunyai banyak kekurangan dan kesalahan, karena itu kepada para pembaca khususnya dimohon kritik dan saran yang bersifat membangun demi bertambahnya wawasan saya dalam makalah ini.



                                   BAB I
                           PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang
     Tape merupakan makanan selingan yang cukup populer di Indonesia dan Malaysia. Pada dasarnya ada dua tipe tape, yaitu tape ketan dan tape singkong. Tape memiliki rasa manis dan sedikit mengandung alkohol, memiliki aroma yang menyenangkan, bertekstur lunak dan berair. Sebagai produk makanan, tape cepat rusak karena adanya fermentasi lanjut setelah kondisi optimum fermentasi tercapai, sehingga harus segera dikonsumsi. Dengan proses pengolahan yang baik, tape ini dapat tahan lebih dari satu minggu. Makanan ini dibuat dari beras ketan ataupun singkong dengan jamur Endomycopsis fibuligeria, Rhizopus oryzae ataupun Saccharomyces cereviciae sebagai ragi. Ragi tersebut tersusun oleh tepung beras, air tebu, bawang merah dan putih, serta kayu manis. Sebelum membuat tape perlu diperhatikan untuk menghasilkan kualitas yang bagus warnanya, rasanya manis dan strukturnya lembut. 
     Selain bisa langsung dikonsumsi tape juga bisa dijadikan olahan lain yang tentunya bisa meningkatkan kualitas dan harga tape. Salah satu olahan yang bisa dibuat dengan bahan tape yaitu gabin tape yang akan saya buat pada kesempatan kali ini. Mengingat bahwa mudahnya produk tape untuk ditemukan dan harganya yang terjangkau, sehingga saya memilihnya untuk menjadikannya olahan dari salah satu produk bioteknologi khususnys di bidang makanan. 

1.2 Rumusan Masalah
Bagaimana proses pembuatan tape singkong?
Bagaimana proses pembuatan gabin tape?

1.3 Tujuan Praktikum
Untuk mengetahui proses pembuatan tape.
Untuk mengetahui proses pembuatan gabin tape.
Mendeskripsikan langkah-langkah proses pembuatan tape singkong dan gabin tape.




                                 BAB II
                      LANDASAN TEORI

2.1 Pengertian Bioteknologi
     Bioteknologi berasal dari kata latin yaitu bio (hidup), teknos (teknologi = penerapan) dan logos (ilmu). Bioteknologi adalah cabang biologi yang mempelajari pemanfaatan prinsip ilmiah dan rekayasa terhadap organisme, proses biologis untuk meningkatkan potensi organisme maupun menghasilkan produk dan jasa bagi kepentingan manusia. Bisa diartikan juga, Bioteknologi adalah penggunaan biokimia, mikrobiologi, dan rekayasa genetika secara terpadu untuk menghasilkan barang atau lainnya bagi kepentingan manusia.
     Bioteknologi dibagi ke dalam 2 bagian, yaitu bioteknologi modern dan bioteknologi konvensional. Salah satu contoh dari bioeknologi konvensional adalah pembuatan tape ini. Dan salah satu contoh dari bioteknologi modern adalah rekayasa genetika. Ciri-ciri utama bioteknologi adalah adnya benda biologi berupa benda mikro organisme tumbuhan atau hewan, adanya pendayagunaan secara teknologi dan industri, dan produk yang dihasilkan adalah hasil ekstraksi dan pemurnian.
     Generasi pertama adalah bioteknologi sederhana yaitu penggunaan mikroba yang masih secara tradisional dalam produksi makanan dan tanaman ataupun pengawetan makanan, sebagai contoh yaitu pembuatan tempe, tape, cuka, dan lain-lain. Generasi kedua adalah proses berlangsung dalam keadaan tidak steril, sebagai contoh pembuatan kompos dan produksi bahan kimia. Generasi ketiga adalah proses dalam keadaan tidak steril, sebagai contoh produkasi antibiotic dan hormon. Generasi keempat adalah generasi bioteknologi baru, sebagai contoh produksi insulin.

2.2 Pengertian Fermentasi
     Fermentasi adalah proses produksi energi dalam sel dalam keadaan anaerobik (tanpa oksigen). Secara umum, fermentasi adalah salah satu bentuk respirasi anaerobik, akan tetapi, terdapat definisi yang lebih jelas yang mendefinisikan fermentasi sebagai respirasi dalam lingkungan anaerobik dengan tanpa akseptor elektron eksternal.
Gula adalah bahan yang umum dalam fermentasi. Beberapa contoh hasil fermentasi adalah etanol, asam laktat, dan hidrogen. Akan tetapi beberapa komponen lain dapat juga dihasilkan dari fermentasi seperti asam butirat dan aseton. Ragi dikenal sebagai bahan yang umum digunakan dalam fermentasi untuk menghasilkan etanol dalam bir, anggur dan minuman beralkohol lainnya. Respirasi anaerobik dalam otot mamalia selama kerja yang keras (yang tidak memiliki akseptor elektron eksternal), dapat dikategorikan sebagai bentuk fermentasi.

2.3 Pengertian Tape Singkong
     Tape singkong adalah tape yang dibuat dari singkong yang difermentasi.Makanan ini populer di Jawa dan dikenal di seluruh tempat, mulai dari Jawa Barat hingga Jawa Timur. Di Jawa Barat, tapai singkong dikenal sebagai peuyeum (bahasa Sunda).
Pembuatan tapai melibatkan umbi singkong sebagai substrat dan ragi tapai (Saccharomyces cerevisiae) yang dibalurkan pada umbi yang telah dikupas kulitnya. Ada dua teknik pembuatan yang menghasilkan tapai biasa, yang basah dan lunak, dan tapai kering, yang lebih legit dan dapat digantung tanpa mengalami kerusakan.
     Tape merupakan makanan tradisional yang banyak dikonsumsi oleh masyarakat Indonesia, terutama orang sunda. Tape ini dibuat dengan cara difermentasikan selama 2-3 hari, dengan bantuan bakteri saccharomyces cerivisiae. Mucor chlamidosporus dan Endomycopsis fibuligera.

2.4 Pengertian Kue Gabin 
     Gabin adalah sejenis biskuit gurih dan cenderung tawar. Gabin menjadi salah satu makanan yang diminati oleh masyarakat Indonesia. Kue gabin dibuat dari bahan biscuit crackers atau malkist yang digoreng. Selain dinikmati langsung, kue gabin sering dikreasikan dengan diberi isian diantara dua kuenya lalu digoreng deep fry hingga kering. Isiannya beragam mulai dari ragout hingga tape yang dihaluskan.   



                                 BAB III
                     METODE PENELITIAN

3.1 Waktu dan Tempat Penelitian
Waktu : Minggu, 2 Februari 2020
Tempat : Rumah Tiara Meylinda Sari

3.2 Alat dan Bahan untuk Pembuatan Tape
a. Alat
     Panci
     Baskom
     Pisau
     Kain lap
     Sendok dan Garpu
     Kompor
     Penyaring
     Piring
b. Bahan
     Singkong
     Daun pisang
     Ragi
     Air

3.3 Alat dan Bahan untuk Pembuatan Gabin Tape
a. Alat
     wadah/baskom
     garpu
     sendok
     panci
     kompor
     wajan Teflon
     sutil (spatula) 
b. Bahan
     1 bungkus gabin tawar 
     300 gram tape singkong, buang tulang       tengahnya
     70 gram terigu
     50 gram gula pasir
     1 bungkus susu kental manis
     150 ml air
     Minyak goreng secukupnya

3.4 Langkah Kerja pembuatan Tape Singkong 
1. Siapkan semua alat dan bahan yang             diperlukan.
2. Kupas singkong dan kikis bagian kulit         arinya hingga kesat.
3. Potong singkong yang telah dikupas             sesuai keinginan.
 4. Cuci hingga bersih singkong yang telah        dipotong.
5. Sementara menunggu singkong kering,       masukkan air ke dalam panci sampai         kira-kira terisi seperempat lalu                       panaskan hingga mendidih.
6. Setelah air mendidih masukkan                     singkong ke dalam panci kukus, lalu           kukus hingga singkong ¾ matang, kira-       kira ketika ‘daging’ singkong sudah             bisa ditusuk dengan garpu.
7. Setelah matang, angkat singkong yang         telah ¾ masak lalu taruh di suatu                 wadah, kemudian didinginkan.
8. Sambil menunggu Singkong dingin,               siapkan wadah sebagai tempat untuk         mengubah singkong menjadi tape.               Wadah itu terdiri dari baskom yang               bawahnya dilapisi dengan daun pisang.
9. Setelah singkong benar-benar dingin,           masukkan singkong ke dalam wadah           lalu taburi dengan ragi yang telah                 dihaluskan dengan menggunakan                 saringan.
10. Singkong yang telah diberi ragi ini                 kemudian ditutup kembali dengan               daun pisang. Sing kong ini harus                   benar-benar tertutup agar                               mendapatkan hasil yang maksimal.
11. Setelah singkong ditutupi dengan                 daun pisang, diamkan selama 1-3 hari         hingga sudah terasa lunak dan manis.         Saat itulah singkong telah menjadi               tape.

3.5 Langkah Kerja pembuatan Gabin Tape Singkong 
1. Siapkan semua alat dan bahan yang            diperlukan.
2. Dalam wadah, haluskan tape singkong        menggunakan garpu.
3. Tambahkan terigu, gula pasir dan susu         kental manis. Aduk rata.
4. Tuangkan air lalu aduk hingga rata.
5. Masak adonan tape di atas api kecil            hingga mengental dan meletup-letup          setelah itu matikan api.
6. Ambil satu kue gabin. Beri adonan tape      di atasnya dan ratakan.
7. Tumpuk/tutup di atasnya dengan kue          gabin lalu rapikan sisinya. Ulangi                  langkah ini hingga semua adonan habis.
8. Panaskan minyak goreng diatas wajan        Teflon kira-kira sampai permukaan kue        gabin dapat tertutup minyak semua.
9. Goreng kue dengan api sedang dan               cukup dibalik sekali saja, supaya kue           gabin tape tidak terlalu berminyak.
10. Goreng kue gabin tape hingga                       berubah kecoklatan di kedua sisinya.           Angkat dan tiriskan. Kue gabin tape             siap untuk dinikmati. 



                               BAB IV
                          PEMBAHASAN

     Pembuatan tape memerlukan kecermatan dan kebersihan yang tinggi agar singkong dapat menjadi lunak karena proses fermentasi yang berlangsung dengan baik. Ragi adalah bibit jamur yang digunakan untuk membuat tape. Agar pembuatan tape berhasil dengan baik alat-alat dan bahan-bahan yang digunakan harus bersih, terutama dari lemak atau minyak . Alat-alat yang berminyak jika dipakai untuk mengolah bahan tape bisa menyebabkan kegagalan fermentasi. Air yang digunakan juga harus bersih.
     Perubahan biokimia yang penting pada fermentasi tape adalah hidrolisis pati menjadi glukosa dan maltosa yang akan memberikan rasa manis serta perubahan gula menjadi alkohol dan asam organik. Reaksi dalam fermentasi berbeda - beda tergantung pada jenis gula yang digunakan dan produk yang dihasilkan. Secara singkat, glukosa (C6H12O6) yang merupakan gula paling sederhana, melalui fermentasi akan menghasilkan etanol (2C2H5O H).

Persamaan Reaksi Kimia:
C6H12O6 + 2C2H5OH + 2CO2 + 2 ATP

Penjabarannya: 
Gula (glukosa, fruktosa, atau sukrosa) + Alkohol (etanol) + Karbon dioksida + Energi

     Jalur biokimia yang terjadi, sebenarnya bervariasi tergantung jenis gula yang terlibat, tetapi umumnya melibatkan jalur glikolisis, yang merupakan bagian dari tahap awal respirasi aerobik pada sebagian besar organisme. Jalur terakhir akan bervariasi tergantung produk akhir yang dihasilkan.



                                BAB V
               KESIMPULAN DAN SARAN

5.1 Kesimpulan
     Pembuatan tape termasuk dalam bioteknologi konvensional (tradisional) karena masih menggunakan cara-cara yang terbatas. Sedangkan kue gabin tape merupakan bentuk penggunaan produk bioteknologi konvensional dalam bidang makanan. 
     Pada proses pembuatan tape, jamur ragi akan memakan glukosa yang ada di dalam singkong sebagai makanan untuk pertumbuhannya, sehingga singkong akan menjadi lunak, jamur tersebut akan merubah glukosa menjadi alkohol. Namun dalam proses pembuatan kue gabin tape tidak membutuhkan jamur ataupun ragi sama sekali.
     Dalam pembuatan tape, ragi (Saccharomyces cereviceae) mengeluarkan enzim yang dapat memecah karbohidrat pada singkong menjadi gula yang lebih sederhana. Oleh karena itu, tape terasa manis apabila sudah matang walaupun tanpa diberi gula sebelumnya. Dalam pembuatan gabin tape jelas membutuhkan gula kerena tidak ada bantuan dari enzim apapun.
     Kegagalan dalam pembuatan tape biasanya dikarenakan enzim pada ragi Saccharomyces cereviceae tidak pecah apabila terdapat udara yang mengganggu proses pemecahan enzim tersebut. Kegagalan dalam pembuatan gabin tape biasanya terletak pada saat penggorengan yang terlalu lama sehingga kue gabin dapat menyerap lebih banyak minyak dan warnanya menjadi lebih coklat.
     Setelah melakukan penelitian, ternyata saya dapat menyimpulkan bahwa fermentasi yang terjadi pada tape singkong terjadi selama 2-3 hari. Selain itu juga, dalam proses pembuatan tape ini ada hal-hal yang harus diperhatikan supaya proses fermentasi tersebut berlangsung secara sempurna. Selama proses fermentasi tidak memerlukan oksigen. Oleh karena itulah, proses fermentasi pada singkong harus tertutup rapat. Dan setelah saya amati dalam pembuatan kue gabin tape saya membutuhkan waktu kurang lebih sekitar 40 menit dengan hasil 5 porsi dan dengan tingkat kesulitan: mudah.
Lamanya proses fermentasi juga mempengaruhi kadar alcohol yang dihasilkan dan lamanya proses penggorengan dapat mempengaruhi warna dan penyerapan minyak pada kue gabin tape.

5.2 Saran 
     Saran yang dapat saya sampaikan untuk praktikum-praktikum selanjutnya yaitu diharapkan kepada praktikan selanjutnya agar lebih memperhatikan bagaimana pembuatan tape dan gabin tape tersebut supaya pembuatan tape dan gabin tape tersebut dapat berlangsung sempurna dan menghasilkan produk yang memuaskan.



                               PENUTUP

     Demikian laporan penelitian yang dapat saya paparkan. Saya sadar banyak sekali kekurangan dalam laporan ini. Walaupun demikian, saya berharap laporan ini dapat memberikan manfaat yang berguna. Maka dari itu, saya selaku penulis mengharapkan kritik dan saran dari pembaca agar saya dapat melakukan perbaikan dalam pembuatan laporan berikutnya.



                       DAFTAR PUSTAKA

www.google.com
www.wikipedia.com
http://afifaasac.blogspot.com/2013/11/laporan-praktikum-bioteknologi-proses.html
http://zevalova.blogspot.com/2014/02/laporan-praktikum-biologi-bioteknologi.html
http://almaizarnetagh.blogspot.com/2013/04/makalah-cara-pembuatan-tape_2862.html



Minggu, 03 April 2022

Autobiografi

Nama panjangku Tiara Meylinda Sari, aku lahir di Pasuruan, 5 Mei 2002. Aku adalah anak terakhir dari tiga bersaudara dan semuanya perempuan. Keluargaku biasa memanggilku Tiara, juga teman-temanku.

Aku mulai masuk sekolah dasar pada saat umurku 6 tahun. Aku bersekolah di SDN Watestani 1 yang tak jauh dari rumahku. Sebelumnya aku sudah menempuh pendidikan TK selama setahun, akan tetapi meskipun setahun aku bisa lulus dan mendapatkan ijazah. Kemudian setelah lulus SD, aku melanjutkan pendidikan di SMPN 1 Nguling lalu di SMAN 1 Grati. 

Sebenarnya menurutku tidak ada pengalaman yang menarik sebelumnya sampai saat dimana aku akan melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi. Pengalaman itu bermula saat aku berada di tingkat akhir SMA, aku pernah ditolak oleh beberapa Universitas Negeri di Indonesia. 

Saat SMA aku ingin sekali untuk melanjutkan pendidikan yang lebih tinggi ke Universitas Negeri, yang juga merupakan keinginan dari orang tuaku. Aku sudah mencoba mendaftar melalui beberapa jalur pendaftaran dimulai dari SNMPTN, SBMPTN - UTBK, sampai dengan jalur mandiri yang mana kita bisa mengeluarkan uang lebih untuk pendaftarannya.

Akan tetapi dari semua jalur pendaftaran yang sudah aku coba untuk mendaftar di perguruan tinggi negeri semuanya aku ditolak, sedih sudah pasti hilang harapan sudah jelas. Akan tetapi meskipun kita sudah berencana dengan sabaik - baiknya jika tuhan tidak menakdirkan maka tidak akan terjadi. 

Setelah beberapa hari kemudian ada tetangga yang menawariku untuk kuliah di Universitas Swasta yang juga satu kabupaten tetapi aku harus menempuh setidaknya 1 jam lebih dari rumah untuk sampai ke perguruan tinggi tersebut.

Setelah mencoba untuk mendaftar lagi dan akhirnya aku dinyatakan diterima di Universitas Swasta tersebut. Sekarang aku sudah menjadi mahasiswi semester 4 jurusan Teknik Informatika di Universitas Yudharta Pasuruan. Untuk saat ini harapanku yaitu diberikan kemudahan dan kelancaran kuliah agar bisa segera lulus dan wisuda tepat waktu dengan nilai yang baik.

Dibalik pengalaman aku yang ditolak oleh beberapa perguruan tinggi negeri tersebut ada banyak hikmah yang aku dan orang tuaku dapat yang sangat bermanfaat untuk ke depannya. Jadi sedih dan hilang harapan boleh tetapi jangan sampai menyerah karena setelah hujan akan ada pelangi, begitu juga kehidupan setelah kesedihan akan ada kebahagiaan.

Sabtu, 12 Maret 2022

Menganalisis Artikel Ilmiah dan Populer

Analisis Artikel Populer

     Berdasarkan hasil analisis artikel yang berjudul "Vaksin Booster : Gratis Untuk Seluruh Masyarakat Indonesia, Kenapa Hanya Setengah Dosis?" maka dapat dijabarkan beberapa kekurangan dan keunggulan dari penulisan artikel tersebut.

A. Struktur Penulisan 
     Dilihat dari jenis artikel yang saya analisis ini, artikel tersebut termasuk artikel populer, maka artikel tersebut hendaknya memuat struktur penulisan yang terdiri dari; judul, nama penulis, pendahuluan, batang tubuh/isi dan penutup.

1. Judul
     Pada artikel populer judul hendaknya menggunakan kata - kata yang menarik dan tidak lebih dari 15 kata. Pada judul artikel yang dianalisis, penulisannya sudah memuat kata - kata yang menarik sehingga orang yang membacanya seperti akan mendapatkan jawaban atas pertanyaannya terhadap masalah vaksin booster.

2. Nama penulis/Baris Kepemilikan
     Baris kepemilikan yang dicantumkan dalam artikel yang saya analisis sudah jelas akan tetapi nama orang yang menulis artikel tersebut tidak ada atau tidak dicantumkan.

3. Abstrak
     Pada artikel populer ini abstrak ditulis secara ringkas dan faktual serta menggunakan bahasa Indonesia non baku atau bahasa sehari-hari.

4. Kata Kunci
     Artikel populer yang saya analisis tidak mencantumkan kata kunci pada abstraknya.

5. Pendahuluan
     Bagian pendahuluan pada artikel ini sudah memuat latar belakang masalah, permasalahan, manfaat, tujuan penelitian dan tujuan pustaka serta landasan teori.

6. Metode
     Dalam penulisan artikel populer tersebut tidak dituliskan mengenai metode apa saja yang digunakan, akan tetapi sumber informasi dicantumkan.

7. Batang Tubuh/Isi
     Batang tubuh merupakan bagian terpenting dari keseluruhan isi artikel. Penulisan pada bagian ini disajikan dengan tulisan (esai) yang jelas serta rinci, untuk melengkapi hasil pembahasan materi juga dijelaskan dalam bentuk tabel dan beberapa poin.

8. Penutup
     Tidak ada kalimat penutup pada artikel populer yang dianalisis, bagian terakhir dari artikel tersebut adalah informasi yang bisa dikatakan juga sebagai isi bukan penutup.

9. Daftar Pustaka
     Rujukan yang dicantumkan merupakan rujukan yang benar-benar dikutip dan sesuai dengan isi artikel.

B. Aturan Penulisan Artikel 

1. Bahasa 
     Bahasa yang digunakan adalah bahasa non baku dan tata bahasa yang digunakan telah jelas dan mudah dipahami pembaca. Gaya bahasa cenderung fleksibel, mengikuti karakteristik pembaca.

2. Ejaan dan Tanda Baca 
     Tidak ada gaya penulisan baku yang harus diikuti. Pada artikel populer ini telah menggunakan kosakata dan diksi yang dapat dipahami oleh pembaca awam dengan kemampuan literasi yang beragam.

3. Tabel 
     Tabel tidak diberi judul dan penomoran, tabel disini hanya untuk memberikan penjelasan yang singkat pada artikel. 

4. Sumber Pustaka 
     Untuk penulisan sumber pustaka, sepenuhnya berasal dari sumber media online karena pada bagian paling bawah artikel tersebut terdapat link web untuk referensi.

C. Pengembangan Topik, Ide Pokok Serta Keterkaitan Antarparagraf 
     Pengembangan topik dalam artikel populer ini dapat dikatakan lengkap, relevan, jelas, dan runtut. Ide penjelas juga mendukung ide pokok dan penataan antar ide pula tersusun dengan lengkap dan sistematis. Hubungan antara paragraf yang satu dengan yang lainnya sangat berkaitan, sehingga telah menunjukkan analisis permasalahan dari artikel tersebut. Dengan demikian terdapat sinkronisasi antara bagian pendahuluan dan pembahasan. 

D. Kesimpulan 
     Berdasarkan hasil analisis diatas, maka dapat disimpulkan bahwa terdapat kekurangan dan kelebihan artikel tersebut diantaranya: 

1. Kelebihan 
     Sistematika penulisan artikel populer ini singkat dan jelas, serta materi yang dijelaskan secara rinci mampu memberikan banyak informasi dan jawaban untuk setiap permasalahan. 

2 Kekurangan 
     Nama orang yang menulis artikel tersebut tidak ada atau tidak dicantumkan. Tidak ada kalimat penutup pada artikel tersebut, pada bagian terakhir dari artikel adalah penjelasan yang bisa dikatakan juga sebagai isi bukan penutup.

Tugas Paragraf

guntinglah dua alenia dari wacana surat kabar atau majalah; kemudian beri komentar tentang a. letak pikiran utama b. unsur kesatuan c. unsur...