Minggu, 19 Juni 2022

Karya Ilmiah Formal (Makalah)

                                 Makalah 
         Bioteknologi - Gabin Tape Singkong
                          Disusun oleh :

                  TIARA MEYLINDA SARI
                       (202069040034)

  PROGRAM STUDI TEKNIK INFORMATIKA
                      FAKULTAS TEKNIK
     UNIVERSITAS YUDHARTA PASURUAN
                             PASURUAN
                                   2022



                             DAFTAR ISI

DAFTAR ISI..................................................i
KATA PENGANTAR.....................................ii
BAB I...........................................................1
PENDAHULUAN..........................................1
1.1 Latar Belakang.....................................1
1.2 Rumusan Masalah...............................1
1.3 Tujuan Praktikum.................................1
BAB II..........................................................2
LANDASAN TEORI......................................2
2.1 Pengertian Bioteknologi......................2
2.2 Pengertian Fermentasi........................2
2.3 Pengertian Tape Singkong...................3
2.4 Pengertian Kue Gabin..........................3
BAB III.........................................................4
METODE PENELITIAN................................4
3.1 Waktu dan Tempat Penelitian..............4
3.2 Alat dan Bahan untuk Pembuatan Tape............................................................4
3.3 Alat dan Bahan untuk Pembuatan Gabin Tape..................................................4
3.4 Langkah Kerja pembuatan Tape Singkong.....................................................5
3.5 Langkah Kerja pembuatan Gabin Tape Singkong.....................................................5
BAB IV.........................................................6
PEMBAHASAN...........................................6
BAB V..........................................................7
KESIMPULAN DAN SARAN........................7
5.1 Kesimpulan...........................................7
5.2 Saran....................................................7
PENUTUP....................................................8
DAFTAR PUSTAKA.....................................9



                         KATA PENGANTAR

     Alhamdulillah hirobbil alamin ,atas rahmat Allah SWT pertama-tama kita ucapkan puji sukur kepada Allah SWT yang telah memperkenankan saya menyusun makalah ini. Shalawat serta salam kita curahkan kepada junjungan kami Baginda tercinta Rosululah SAW..
     Kehidupan manusia semakin berkembang dan sejahtera karena adanya bioteknologi, yang semakin berkembang. Melalui makalah ini kami ingin menjelaskan secara sederhana tentang proses pembuatan olahan dari hasil bioteknologi yaitu gabin tape khususnya bagi generasi muda. Makalah ini membantu untuk lebih jauh mengetahui tentang bagaimana proses pembuatan gabin tape singkong dan manfaat yang ada di balik tape singkong sebagai proses fermentasi makanan.
     Seperti pepatah mengatakan bahwa, “Tak ada gading yang tak retak” demikian pula dengan makalah ini tentu masih mempunyai banyak kekurangan dan kesalahan, karena itu kepada para pembaca khususnya dimohon kritik dan saran yang bersifat membangun demi bertambahnya wawasan saya dalam makalah ini.



                                   BAB I
                           PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang
     Tape merupakan makanan selingan yang cukup populer di Indonesia dan Malaysia. Pada dasarnya ada dua tipe tape, yaitu tape ketan dan tape singkong. Tape memiliki rasa manis dan sedikit mengandung alkohol, memiliki aroma yang menyenangkan, bertekstur lunak dan berair. Sebagai produk makanan, tape cepat rusak karena adanya fermentasi lanjut setelah kondisi optimum fermentasi tercapai, sehingga harus segera dikonsumsi. Dengan proses pengolahan yang baik, tape ini dapat tahan lebih dari satu minggu. Makanan ini dibuat dari beras ketan ataupun singkong dengan jamur Endomycopsis fibuligeria, Rhizopus oryzae ataupun Saccharomyces cereviciae sebagai ragi. Ragi tersebut tersusun oleh tepung beras, air tebu, bawang merah dan putih, serta kayu manis. Sebelum membuat tape perlu diperhatikan untuk menghasilkan kualitas yang bagus warnanya, rasanya manis dan strukturnya lembut. 
     Selain bisa langsung dikonsumsi tape juga bisa dijadikan olahan lain yang tentunya bisa meningkatkan kualitas dan harga tape. Salah satu olahan yang bisa dibuat dengan bahan tape yaitu gabin tape yang akan saya buat pada kesempatan kali ini. Mengingat bahwa mudahnya produk tape untuk ditemukan dan harganya yang terjangkau, sehingga saya memilihnya untuk menjadikannya olahan dari salah satu produk bioteknologi khususnys di bidang makanan. 

1.2 Rumusan Masalah
Bagaimana proses pembuatan tape singkong?
Bagaimana proses pembuatan gabin tape?

1.3 Tujuan Praktikum
Untuk mengetahui proses pembuatan tape.
Untuk mengetahui proses pembuatan gabin tape.
Mendeskripsikan langkah-langkah proses pembuatan tape singkong dan gabin tape.




                                 BAB II
                      LANDASAN TEORI

2.1 Pengertian Bioteknologi
     Bioteknologi berasal dari kata latin yaitu bio (hidup), teknos (teknologi = penerapan) dan logos (ilmu). Bioteknologi adalah cabang biologi yang mempelajari pemanfaatan prinsip ilmiah dan rekayasa terhadap organisme, proses biologis untuk meningkatkan potensi organisme maupun menghasilkan produk dan jasa bagi kepentingan manusia. Bisa diartikan juga, Bioteknologi adalah penggunaan biokimia, mikrobiologi, dan rekayasa genetika secara terpadu untuk menghasilkan barang atau lainnya bagi kepentingan manusia.
     Bioteknologi dibagi ke dalam 2 bagian, yaitu bioteknologi modern dan bioteknologi konvensional. Salah satu contoh dari bioeknologi konvensional adalah pembuatan tape ini. Dan salah satu contoh dari bioteknologi modern adalah rekayasa genetika. Ciri-ciri utama bioteknologi adalah adnya benda biologi berupa benda mikro organisme tumbuhan atau hewan, adanya pendayagunaan secara teknologi dan industri, dan produk yang dihasilkan adalah hasil ekstraksi dan pemurnian.
     Generasi pertama adalah bioteknologi sederhana yaitu penggunaan mikroba yang masih secara tradisional dalam produksi makanan dan tanaman ataupun pengawetan makanan, sebagai contoh yaitu pembuatan tempe, tape, cuka, dan lain-lain. Generasi kedua adalah proses berlangsung dalam keadaan tidak steril, sebagai contoh pembuatan kompos dan produksi bahan kimia. Generasi ketiga adalah proses dalam keadaan tidak steril, sebagai contoh produkasi antibiotic dan hormon. Generasi keempat adalah generasi bioteknologi baru, sebagai contoh produksi insulin.

2.2 Pengertian Fermentasi
     Fermentasi adalah proses produksi energi dalam sel dalam keadaan anaerobik (tanpa oksigen). Secara umum, fermentasi adalah salah satu bentuk respirasi anaerobik, akan tetapi, terdapat definisi yang lebih jelas yang mendefinisikan fermentasi sebagai respirasi dalam lingkungan anaerobik dengan tanpa akseptor elektron eksternal.
Gula adalah bahan yang umum dalam fermentasi. Beberapa contoh hasil fermentasi adalah etanol, asam laktat, dan hidrogen. Akan tetapi beberapa komponen lain dapat juga dihasilkan dari fermentasi seperti asam butirat dan aseton. Ragi dikenal sebagai bahan yang umum digunakan dalam fermentasi untuk menghasilkan etanol dalam bir, anggur dan minuman beralkohol lainnya. Respirasi anaerobik dalam otot mamalia selama kerja yang keras (yang tidak memiliki akseptor elektron eksternal), dapat dikategorikan sebagai bentuk fermentasi.

2.3 Pengertian Tape Singkong
     Tape singkong adalah tape yang dibuat dari singkong yang difermentasi.Makanan ini populer di Jawa dan dikenal di seluruh tempat, mulai dari Jawa Barat hingga Jawa Timur. Di Jawa Barat, tapai singkong dikenal sebagai peuyeum (bahasa Sunda).
Pembuatan tapai melibatkan umbi singkong sebagai substrat dan ragi tapai (Saccharomyces cerevisiae) yang dibalurkan pada umbi yang telah dikupas kulitnya. Ada dua teknik pembuatan yang menghasilkan tapai biasa, yang basah dan lunak, dan tapai kering, yang lebih legit dan dapat digantung tanpa mengalami kerusakan.
     Tape merupakan makanan tradisional yang banyak dikonsumsi oleh masyarakat Indonesia, terutama orang sunda. Tape ini dibuat dengan cara difermentasikan selama 2-3 hari, dengan bantuan bakteri saccharomyces cerivisiae. Mucor chlamidosporus dan Endomycopsis fibuligera.

2.4 Pengertian Kue Gabin 
     Gabin adalah sejenis biskuit gurih dan cenderung tawar. Gabin menjadi salah satu makanan yang diminati oleh masyarakat Indonesia. Kue gabin dibuat dari bahan biscuit crackers atau malkist yang digoreng. Selain dinikmati langsung, kue gabin sering dikreasikan dengan diberi isian diantara dua kuenya lalu digoreng deep fry hingga kering. Isiannya beragam mulai dari ragout hingga tape yang dihaluskan.   



                                 BAB III
                     METODE PENELITIAN

3.1 Waktu dan Tempat Penelitian
Waktu : Minggu, 2 Februari 2020
Tempat : Rumah Tiara Meylinda Sari

3.2 Alat dan Bahan untuk Pembuatan Tape
a. Alat
     Panci
     Baskom
     Pisau
     Kain lap
     Sendok dan Garpu
     Kompor
     Penyaring
     Piring
b. Bahan
     Singkong
     Daun pisang
     Ragi
     Air

3.3 Alat dan Bahan untuk Pembuatan Gabin Tape
a. Alat
     wadah/baskom
     garpu
     sendok
     panci
     kompor
     wajan Teflon
     sutil (spatula) 
b. Bahan
     1 bungkus gabin tawar 
     300 gram tape singkong, buang tulang       tengahnya
     70 gram terigu
     50 gram gula pasir
     1 bungkus susu kental manis
     150 ml air
     Minyak goreng secukupnya

3.4 Langkah Kerja pembuatan Tape Singkong 
1. Siapkan semua alat dan bahan yang             diperlukan.
2. Kupas singkong dan kikis bagian kulit         arinya hingga kesat.
3. Potong singkong yang telah dikupas             sesuai keinginan.
 4. Cuci hingga bersih singkong yang telah        dipotong.
5. Sementara menunggu singkong kering,       masukkan air ke dalam panci sampai         kira-kira terisi seperempat lalu                       panaskan hingga mendidih.
6. Setelah air mendidih masukkan                     singkong ke dalam panci kukus, lalu           kukus hingga singkong ¾ matang, kira-       kira ketika ‘daging’ singkong sudah             bisa ditusuk dengan garpu.
7. Setelah matang, angkat singkong yang         telah ¾ masak lalu taruh di suatu                 wadah, kemudian didinginkan.
8. Sambil menunggu Singkong dingin,               siapkan wadah sebagai tempat untuk         mengubah singkong menjadi tape.               Wadah itu terdiri dari baskom yang               bawahnya dilapisi dengan daun pisang.
9. Setelah singkong benar-benar dingin,           masukkan singkong ke dalam wadah           lalu taburi dengan ragi yang telah                 dihaluskan dengan menggunakan                 saringan.
10. Singkong yang telah diberi ragi ini                 kemudian ditutup kembali dengan               daun pisang. Sing kong ini harus                   benar-benar tertutup agar                               mendapatkan hasil yang maksimal.
11. Setelah singkong ditutupi dengan                 daun pisang, diamkan selama 1-3 hari         hingga sudah terasa lunak dan manis.         Saat itulah singkong telah menjadi               tape.

3.5 Langkah Kerja pembuatan Gabin Tape Singkong 
1. Siapkan semua alat dan bahan yang            diperlukan.
2. Dalam wadah, haluskan tape singkong        menggunakan garpu.
3. Tambahkan terigu, gula pasir dan susu         kental manis. Aduk rata.
4. Tuangkan air lalu aduk hingga rata.
5. Masak adonan tape di atas api kecil            hingga mengental dan meletup-letup          setelah itu matikan api.
6. Ambil satu kue gabin. Beri adonan tape      di atasnya dan ratakan.
7. Tumpuk/tutup di atasnya dengan kue          gabin lalu rapikan sisinya. Ulangi                  langkah ini hingga semua adonan habis.
8. Panaskan minyak goreng diatas wajan        Teflon kira-kira sampai permukaan kue        gabin dapat tertutup minyak semua.
9. Goreng kue dengan api sedang dan               cukup dibalik sekali saja, supaya kue           gabin tape tidak terlalu berminyak.
10. Goreng kue gabin tape hingga                       berubah kecoklatan di kedua sisinya.           Angkat dan tiriskan. Kue gabin tape             siap untuk dinikmati. 



                               BAB IV
                          PEMBAHASAN

     Pembuatan tape memerlukan kecermatan dan kebersihan yang tinggi agar singkong dapat menjadi lunak karena proses fermentasi yang berlangsung dengan baik. Ragi adalah bibit jamur yang digunakan untuk membuat tape. Agar pembuatan tape berhasil dengan baik alat-alat dan bahan-bahan yang digunakan harus bersih, terutama dari lemak atau minyak . Alat-alat yang berminyak jika dipakai untuk mengolah bahan tape bisa menyebabkan kegagalan fermentasi. Air yang digunakan juga harus bersih.
     Perubahan biokimia yang penting pada fermentasi tape adalah hidrolisis pati menjadi glukosa dan maltosa yang akan memberikan rasa manis serta perubahan gula menjadi alkohol dan asam organik. Reaksi dalam fermentasi berbeda - beda tergantung pada jenis gula yang digunakan dan produk yang dihasilkan. Secara singkat, glukosa (C6H12O6) yang merupakan gula paling sederhana, melalui fermentasi akan menghasilkan etanol (2C2H5O H).

Persamaan Reaksi Kimia:
C6H12O6 + 2C2H5OH + 2CO2 + 2 ATP

Penjabarannya: 
Gula (glukosa, fruktosa, atau sukrosa) + Alkohol (etanol) + Karbon dioksida + Energi

     Jalur biokimia yang terjadi, sebenarnya bervariasi tergantung jenis gula yang terlibat, tetapi umumnya melibatkan jalur glikolisis, yang merupakan bagian dari tahap awal respirasi aerobik pada sebagian besar organisme. Jalur terakhir akan bervariasi tergantung produk akhir yang dihasilkan.



                                BAB V
               KESIMPULAN DAN SARAN

5.1 Kesimpulan
     Pembuatan tape termasuk dalam bioteknologi konvensional (tradisional) karena masih menggunakan cara-cara yang terbatas. Sedangkan kue gabin tape merupakan bentuk penggunaan produk bioteknologi konvensional dalam bidang makanan. 
     Pada proses pembuatan tape, jamur ragi akan memakan glukosa yang ada di dalam singkong sebagai makanan untuk pertumbuhannya, sehingga singkong akan menjadi lunak, jamur tersebut akan merubah glukosa menjadi alkohol. Namun dalam proses pembuatan kue gabin tape tidak membutuhkan jamur ataupun ragi sama sekali.
     Dalam pembuatan tape, ragi (Saccharomyces cereviceae) mengeluarkan enzim yang dapat memecah karbohidrat pada singkong menjadi gula yang lebih sederhana. Oleh karena itu, tape terasa manis apabila sudah matang walaupun tanpa diberi gula sebelumnya. Dalam pembuatan gabin tape jelas membutuhkan gula kerena tidak ada bantuan dari enzim apapun.
     Kegagalan dalam pembuatan tape biasanya dikarenakan enzim pada ragi Saccharomyces cereviceae tidak pecah apabila terdapat udara yang mengganggu proses pemecahan enzim tersebut. Kegagalan dalam pembuatan gabin tape biasanya terletak pada saat penggorengan yang terlalu lama sehingga kue gabin dapat menyerap lebih banyak minyak dan warnanya menjadi lebih coklat.
     Setelah melakukan penelitian, ternyata saya dapat menyimpulkan bahwa fermentasi yang terjadi pada tape singkong terjadi selama 2-3 hari. Selain itu juga, dalam proses pembuatan tape ini ada hal-hal yang harus diperhatikan supaya proses fermentasi tersebut berlangsung secara sempurna. Selama proses fermentasi tidak memerlukan oksigen. Oleh karena itulah, proses fermentasi pada singkong harus tertutup rapat. Dan setelah saya amati dalam pembuatan kue gabin tape saya membutuhkan waktu kurang lebih sekitar 40 menit dengan hasil 5 porsi dan dengan tingkat kesulitan: mudah.
Lamanya proses fermentasi juga mempengaruhi kadar alcohol yang dihasilkan dan lamanya proses penggorengan dapat mempengaruhi warna dan penyerapan minyak pada kue gabin tape.

5.2 Saran 
     Saran yang dapat saya sampaikan untuk praktikum-praktikum selanjutnya yaitu diharapkan kepada praktikan selanjutnya agar lebih memperhatikan bagaimana pembuatan tape dan gabin tape tersebut supaya pembuatan tape dan gabin tape tersebut dapat berlangsung sempurna dan menghasilkan produk yang memuaskan.



                               PENUTUP

     Demikian laporan penelitian yang dapat saya paparkan. Saya sadar banyak sekali kekurangan dalam laporan ini. Walaupun demikian, saya berharap laporan ini dapat memberikan manfaat yang berguna. Maka dari itu, saya selaku penulis mengharapkan kritik dan saran dari pembaca agar saya dapat melakukan perbaikan dalam pembuatan laporan berikutnya.



                       DAFTAR PUSTAKA

www.google.com
www.wikipedia.com
http://afifaasac.blogspot.com/2013/11/laporan-praktikum-bioteknologi-proses.html
http://zevalova.blogspot.com/2014/02/laporan-praktikum-biologi-bioteknologi.html
http://almaizarnetagh.blogspot.com/2013/04/makalah-cara-pembuatan-tape_2862.html



Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Tugas Paragraf

guntinglah dua alenia dari wacana surat kabar atau majalah; kemudian beri komentar tentang a. letak pikiran utama b. unsur kesatuan c. unsur...