Minggu, 19 Juni 2022

Karya Ilmiah Semi Formal (Resensi Film)

Resensi Film Taare Zameen Par (Semua Anak itu Sepesial)

A. INDENTITAS FILM
Judul Film                   : Taare Zameen Par (Seperti Bintang – Bintang di Langit)
Sutradara                     : Aamir Khan
Penulis Naskah            : Amole Gupte
Produser                      : Aamir Khan
Pemeran                      : Aamir Khan, Darsheel Safary, Tisca Chopra, Vipin Sharma, Sachet Engineer, Tanay Chheda
Tanggal Rilis               : 21 Desember 2007
Durasi                          : 140 menit
Negara                         : India
Bahasa                         : Hindi & Inggris
Produksi                      : Aamir Khan Productions

B. SINOPSIS
     Ishaan (Darsheel Safary) merupakan siswa kelas 3 yang 'payah' dalam urusan apapun di sekolahnya. Itu karena dia tidak bisa membaca dan menulis. Dia selalu melihat dunia dengan imajinasinya. Setiap pelajaran mendapat nilai jelek, yang membuat guru-gurunya geram. Terlebih lagi dia sering membolos sekolah. Ishaan dicap sebagai anak pemalas, nakal, dan idiot. Puncaknya, orang tua Ishaan memindahkannya ke sekolah berasrama. Namun di sekolah yang disiplin dan tegas tersebut, dia tetap mendapat nilai yang buruk dalam semua mata pelajaran yang membuatnya depresi. Dia juga merasa sedih karena harus tinggal jauh dari keluarganya. Sampai akhirnya ada seorang guru baru bernama Ram Shankar Nikumbh (Aamir Khan). Guru Ishan yang bernama Ram Shankar Nikumbh melatih Ishan sedikit demi sedikit dengan cara melatih Membaca, menulis, melukis dan belajar menghitung dengan cara naik turun tangga. hingga akhirnya Ishan bisa seperti layaknya anak - anak lain.

C. RESENSI
     Dalam film ini diceritakan bahwa Ishaan, seorang anak yang berbeda dari kebanyakan teman-temannya. Ishaan berumur 8/9 tahun namun masih belum bisa mengenal atau mengidentifikasi angka maupun huruf  secara benar, yang berarti juga ia belum bisa membaca. Dibanding teman-teman maupun kakaknya yang pandai, Ishaan termasuk terlambat dalam belajar maupun memahami sesuatu. Ishaan sering bertengkar dengan teman-temannya karena sering mengejek Ishaan. Orang tua Ishaan yang tidak menyadari Ishaan berbeda terus saja menuntut Ishaan agar terus belajar dan tidak tertinggal. 
     Padahal faktanya Ishaan bukan tidak mau belajar melainkan ia memang benar-benar tidak bisa karena keterbatasannya. Orang tuanya yang menganggap Ishaan malas,nakal,dan bodoh kemudian memindahkan Ishaan ke sekolah yang berasrama. Bukannya lebih baik, disana Ishaan justru merasa tertekan dan menjadi penyendiri. Ishaan yang sebelumnya ceria dan sangat senang melukis, menjadi Ishaan yang penyendiri dan pemurung. Hingga suatu hari, datang seorang guru seni yang bisa mengerti keadaan Ishaan,bernama Ram Shankar Nikumbh. Pak Ram penasaran kenapa Ishaan sangat diam dan terlihat tidak tertarik dengan belajar seperti teman-temannya. Dari sana pak Ram mulai mencari tahu latar belakang dan apa yang sebenarnya terjadi dengan siswa nya ini.
     Setelah melihat buku-buku catatan Ishaan, pak ram menyimpulkan bahwa Ishaan memang berbeda, Ishaan menderita disleksia, yaitu sebuah gangguan dalam perkembangan baca-tulis yang umumnya terjadi pada anak menginjak usia 7 hingga 8 tahun,ditandai dengan kesulitan belajar membaca dengan lancar dan kesulitan dalam memahami meskipun normal atau di atas rata-rata. Pak Ram menemui orang tua Ishaan dan mencoba memberi pengertian bahwa Ishaan memang berbeda dengan kebanyakan anak seusianya.
     Orang tua Ishaan yang tidak mengerti masih kekeh mencap bahwa itu semua karena Ishaan malas,nakal dan tidak mau belajar. Setelah diberitahu dan dijelaskan oleh pak Ram,mereka mulai memahami bahwa anak mereka memang berbeda,namun dibalik keterbatasannya itu, ada bakat dan kelebihan Ishaan yang tidak dimiliki oleh orang lain, dengan imajinasinya yang tinggi, ishan mampu membuat karya lukis menakjubkan  yang bahkan orang dewasa pun sulit melakukannya. Dari sana pak ram memulai misinya, yaitu mengembalikan Ishaan yang ceria dan mengembalikan kepercaya diriannya.
     Pak ram memberi motivasi dan pemahaman bahwa Ishaan tidak sendiri dengan keterbatasannya.
Banyak orang-orang terkenal, sukses dan berjasa, yang berawal dan mempunyai keterbatasan seperti Ishaan juga. Tapi karena mereka terus berusaha untuk berubah, mereka pun bisa menjadi orang-orang yang luar biasa. Dengan ijin kepala sekolah, Pak ram mengajari Ishaan mengenal huruf, angka dan membaca dengan lebih khusus dan intensif. Ishaan tidak lagi memiliki coretan merah atau nilai - nilai jelek di raportnya yang membuat orang tua juga guru-gurunya bangga. Pak ram juga mengadakan lomba melukis yang di ikuti seluruh siswa hingga guru, dan hasilnya semua orang tercengang dengan bakat dan kemampuan melukis  Ishaan yang luar biasa.

D. KELEBIHAN FILM
     Film ini sangat baik untuk ditonton bagi para pendidik maupun orang tua. Di dalam film ini kita bisa melihat bahwa setiap anak itu terlahir dengan bakat, kemampuan, mimpi, dan keberuntungan masing-masing. Ketika seorang anak tidak mampu melakukan sesuatu, kita sebagai orang tua maupun pendidik juga harus peka, kenapa dan apa alasannya anak tersebut tidak mampu, dalam artian, anak tersebut tidak mampu karena malas atau memang keterbatasan kemampuannya.
Film ini juga berpesan kepada kita selaku pendidik maupun orang tua dalam mendidik anak, tidak seharusnya terlalu keras atau kasar, karena anak yang masih dalam perkembangan itu membutuhkan motivasi dan didikan yang memang menyenangkan bagi mereka. Karena jika mereka mendapat didikan terlalu kasar atau keras itu akan sangat berpengaruh terhadap mental dan jiwa anak karena anak akan takut dan tertekan untuk belajar. 
     Kita harus tahu dan mengerti, bagaimana caranya agar anak merasa nyaman dalam mengembangkan potensi yang ada pada dirinya, dan juga sejauh mana atau sampai dimana kemampuan anak ini dalam memahami atau menerima sesuatu. Adakalanya anak tidak mampu bukan karena dia malas atau tidak mau berusaha, tapi bisa jadi dia memang terlahir seperti itu, atau hanya sampai disanalah kemampuannya, dan kita sebagai pendidik maupun orang tua harus mengerti hal itu.

E. KEKURANGAN FILM
     Kekurangannya mungkin dari awal film, hingga pertemuan Ishaan dengan pak ram ini, kondisi Ishaan sangat sulit ditebak atau tidak tergambarkan dengan jelas. Kemudian metode yang dipakai pak ram dalam mengubah atau mengajari Ishaan juga kurang begitu tergambarkan, mungkin karena durasi adegan itu juga terlalu singkat,padahal itu hal yang cukup penting.

F. KESIMPULAN
     Film ini mengajarkan kita bahwa setiap anak yang terlahir itu spesial, meskipun dengan keterbatasan atau kekurangan sekalipun, mereka membawa kemampuan dan bakat masing-masing.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Tugas Paragraf

guntinglah dua alenia dari wacana surat kabar atau majalah; kemudian beri komentar tentang a. letak pikiran utama b. unsur kesatuan c. unsur...